The Philosophy of Village Toponymy in Syamtalira Aron District, North Aceh Regency
DOI:
https://doi.org/10.62945/ijesh.v3i2.855Keywords:
Philosophy, toponymy, village names, Syamtalira aronAbstract
This study aims to describe the philosophical basis of village toponymy in Syamtalira Aron Sub-district, North Aceh Regency, and to categorize the toponymic aspects of village naming in the area. The research employs a qualitative approach with a descriptive qualitative method. The data consist of 34 villages in Syamtalira Aron Sub-district, and the data sources are indigenous residents who serve as informants, including traditional figures, elders, and youth who understand the local culture. Data collection was conducted through observation and in-depth interviews. Data analysis involved three stages: data categorization, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the community names their villages by observing their surrounding environment; if a particular type of tree or fruit is abundant in an area, its name is adopted as the village name. Overall, 23 villages fall under the aspect of manifestation (encompassing water features, topographic elements, and natural environment features), 5 villages under the social aspect, 3 villages under the cultural aspect, and 3 villages exhibit a mixture of toponymic aspects covering both social and manifestation elements. This research contributes to the documentation and preservation of local identity and cultural heritage from linguistic and historical perspectives.
Downloads
References
Aniwidianti & Seffendri, Y. (2024). Toponimi Nama Kabupaten dan Kota di Jawa Timur. Jurnal Bapala, 11(3), 305-317.
Bakar, A., et al. (1985). Kamus Aceh Indonesia 1. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Bakar, A., et al. (1985). Kamus Aceh Indonesia 2. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Erikha, F. (2018). Toponimi Peningkatan Kompetensi untuk Pemandu Wisata Sejarah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Firmansyah, D., & Soesilo, F. (2020). Sejarah Daerah Malang Timur: Mengenal Toponimi dan Sejarah Lokal Desa-Desa di Daerah Pakis dan Sekitarnya. Malang: Intelegensia Media.
Hakim, L., & Thaba, A. (2025). Toponimi: Studi Penamaan Tempat Berdasarkan Perspektif Budaya, Linguistik, dan Geografis. Sumatera Barat: PT Mafy Literasi Indonesia.
Hamdani, N., et al. (2013). Buletin Haba: Toponimi Aceh dan Sumatera Utara. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya.
Hamdani, N., Sudirman, & Roma, M. (2017). Toponimi Ibukota Kabupaten/Kota di Aceh. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.
Hestiyana. (2021). Toponimi dan Aspek Penamaan Asal-Usul Desa Dan Gunung di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Jurnal Mlangun, 18(2), 146-158.
Hestiyana. (2022). Toponimi dan Aspek Penamaan Asal-Usul Nama Jalan di Kabupaten Tanah Laut. Jurnal Bebasan, 9(1), 19-42.
Kartikasari, N. (2019). Toponomi 'Madura' Berdasarkan Konsep Spasial Arsitektur (Skripsi). Universitas Brawijaya.
Machdalena, S., et al. (2022). Nama-Nama Batik Jawa Barat: Kajian khrematonimika. Jurnal Konferensi Linguistik Atma Jaya, 20(20), 342-349.
Mahsun. (2005). Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Moleong, L. J. (2018). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhidin, R. (2020). Penamaan Desa Di Kabupaten Banyuasin dalam Persepsi Toponimi Terestrial. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 5(2), 97-114.
Muharna, M., et al. (2024). Toponimi Gampong-Gampong di Kabupaten Bireun. (Unpublished research).
Mursidi, A., & Soetopo, D. (2021). Toponimi Kecamatan Kabupaten Banyuwangi: Pendekatan Historis. Klaten: Lakeisha.
Ode, W. H., et al. (2024). Aspek Perwujudan pada Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Konda Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Canon, 2(2), 35-50.
Rahmatul Fitri. (2022). Pemaknaan Toponimi Nama-Nama Kampung di Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara (Skripsi). Universitas Bumi Persada.
Rais, J., et al. (2008). Toponimi: Sejarah Budaya yang Panjang dari Pemukiman Manusia dan Tertib Administrasi. Jakarta: Pradnya Paramita.
Rustinar, E., & Kusmiarti, R. (2021). Struktur Bahasa pada Toponimi Jalan di Kota Bengkulu. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 7(1), 167-181.
Rustinar, E., et al. (2025). Teori dan Penerapan Toponimi: Sebuah Kearifan Lokal Bengkulu. Padang: CV Dunia Penerbitan Buku.
Sandika, I., et al. (2024). Analisis Sistem Pemerintah Desa di Indonesia. Jurnal Terang: Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 1(1), 212-223.
Sari, W. N. (2024). Asal Usul Nama Tempat di Kabupaten Lebong (kajian toponimi) (Skripsi). IAIN Curup.
Sibarani, R., & Tarigan, H. G. (1993). Makna Nama dalam Bahasa Nusantara: Sebuah Kajian Antropolinguistik. Bandung: Bumi Siliwangi.
Sudaryat, Y., et al. (2009). Toponimi Jawa Barat: Berdasarkan cerita rakyat. Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Sujarweni, W. (2014). Metodologi Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: PT Pustaka Baru.
Sulistyawati, A. (2020). Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan Jawa Timur (Kajian Antropolinguistik) (Skripsi). STKIP PGRI Pacitan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azhari, Rahmatillah, T. Muntazar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








